Jumat, 07 Oktober 2011

KEKUATAN CINTA

Dikisahkan, seorang wanita baru menikah dengan pria yang dicintai dan tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Tidak lama setelah mereka berumah tangga, sangat terasa banyak ketidakcocokan di antara menantu dan sang mertua. Hampir setiap hari terdengar kritikan dan omelan dariibu mertua. Percekcokan pun seringkali terjadi. Apalagi sang suami tidak mampu berbuat banyak atas sikap ibunya.
Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, dia pun akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu demi melampiaskan sakit hati dan kebenciannya.
Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya.
Setelah berpikir sejenak, dengan senyumnya yang bijak, si paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu, tetapi dengan syarat yang harus dipatuhi si menantu. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan, "Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakanmu sendiri. Kamu harus bersikapbaik, menghormati,dantidak berdebat dengannya. Perlakukan dia layaknya sebagai ibumu sendiri, agar saat ibu mertuamu meninggal nanti, orang lain tidak akan menaruh curiga kepada kamu."
Dengan perasaan lega dan senang, diturutinya semua petunjuk sang paman penjual obat. Dilayaninya sang ibu mertua dengan sangat baik dan penuh perhatian! Setiap hari, ia menyuguhkan aneka makanan kesukaan si ibu mertua.
Tidak terasa, empat bulan telah berlalu dan terjadilah perubahan yang sangat besar. Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertua pun merasa tersentuh. Ia berbalik mulai menyayangi si menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia juga memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa menantunya adalah seorang penuh kasih dan menyayanginya.
Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat, "Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasihat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Tolong paman, saya tidak ingin dia meninggal karena racun yang telah saya berikan".
Sang paman tersenyum puas dan berkata "Anakku, kamu tidak perlu khawatir. Bubuk yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya ada di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua. Sekarang semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya."

T12U3 LOVE

Seorang bijak berkata kepadaku, “Anakku, mari kita bicara tentang cinta. Cinta apa yang kau miliki?” Merasa diri ini memang belum paham apa makna cinta yang sebenarnya, maka aku dengarkan baik-baik setiap wisdom yang menyemburat seperti cahaya.
Anakku, kamu harus membuka hatimu lebar-lebar agar bisa menangkap esensi cinta yang akan aku sampaikan. Simpan pertanyaanmu nanti, karena setiap pertanyaan itu terlahir dari akal. Seperti langit, akal melayang tinggi di atas bumi tempatmu berpijak. Dan kau pun akan jauh dari hati pijakanmu, satu-satunya titik yang mampu menangkap esensi cinta.
Lihat batang bunga mawar itu. Dia punya potensi untuk mempersembahkan bunga merah dan harum yang semerbak. Namun jika batang itu tak pernah ditanam, tak akan pernah mawar itu menghiasi kebunmu. Maka, hanya dengan membuka diri untuk tumbuhnya akar dan daun lah, batang mawar itu akan melahirkan bunga mawar yang harum. Demikian juga dengan hatimu, anakku. Kau harus membukanya, agar potensi cinta yang terkandung di dalamnya bisa merekah, lalu menyinari dunia sekitarmu dengan kedamaian.
Anakku, begitu sering kau bicara cinta. Cinta kepada istri, cinta kepada anak, cinta kepada agama, cinta kepada bangsa, cinta kepada filosofi, cinta kepada rumah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada Tuhan… Apakah isi atau esensi dari cintamu itu? Kau bilang itu cinta suci, cinta sejati, cinta yang keluar dari lubuk hati yang paling dalam, cinta sepenuh hati, cinta pertama, … Apakah benar begitu, anakku?
***
Mungkin di kampung kau punya seekor kuda. Begitu sayangnya kau pada kuda itu. Setiap hari kau beri makan, minum, kau rawat bulunya, kau bersihkan, kau ajak jalan-jalan. Seolah kuda itu telah menjadi bagian dari hidupmu, seperti saudaramu. Kau mencintai kuda itu sepenuh hati. Namun, suatu ketika datang orang yang ingin membelinya dengan harga yang fantastis. Hatimu goyah, dan kau pun menjualnya. Cintamu tidak sepenuh hati, karena kau rela menjual cinta. Kau mencintai kuda, karena kegagahannya membuatmu bangga dan selalu senang ketika menungganginya. Namun, ketika datang harta yang lebih memberikan kesenangan, kau berpaling. Kau cinta karena kau mengharapkan sesuatu dari yang kau cintai. Kau cinta kudamu, karena mengharapkan kegagahan. Cintamu berpaling kepada harta, karena kau mengharapkan kekayaan. Ketika keadaan berubah, berubah pula cintamu.
Kau sudah punya istri. Begitu besar cintamu kepadanya. Bahkan kau bilang, dia adalah pasangan sayapmu. Tak mampu kau terbang jika pasangan sayapmu sakit. Cintamu cinta sejati, sehidup semati. Namun, ketika kekasihmu sedang tak enak hati yang keseratus kali, kau enggan menghiburnya, kau biarkan dia dengan nestapanya karena sudah biasa. Ketika dia sakit yang ke lima puluh kali, perhatianmu pun berkurang, tidak seperti ketika pertama kali kau bersamanya. Ketika dia berbuat salah yang ke sepuluh kali, kau pun menjadi mudah marah dan kesal. Tidak seperti pertama kali kau melihatnya, kau begitu pemaaf. Dan kelak ketika dia sudah keriput kulitnya, akan kan kau cari pengganti dengan alasan dia tak mampu mendukung perjuanganmu lagi? Kalau begitu, maka cintamu cinta berpengharapan. Kau mencintainya, karena dia memberi kebahagiaan kepadamu. Kau mencintainya, karena dia mampu mendukungmu. Ketika semua berubah, berubah pula cintamu.
Kau punya sahabat. Begitu sayangnya kau kepadanya. Sejak kecil kau bermain bersamanya, dan hingga dewasa kau dan dia masih saling membantu, melebihi saudara. Kau pun menyatakan bahwa dia sahabat sejatimu. Begitu besar sayangmu kepadanya, tak bisa digantikan oleh harta. Namun suatu ketika dia mengambil jalan hidup yang berbeda dengan keyakinanmu. Setengah mati kau berusaha menahannya. Namun dia terus melangkah, karena dia yakin itulah jalannya. Akhirnya, bekal keyakinan dan imanmu menyatakan bahwa dia bukan sahabatmu, bukan saudaramu lagi. Dan perjalanan kalian sampai di situ. Kau mencintainya, karena dia mencintaimu, sejalan denganmu. Kau mendukungnya, mendoakannya, membelanya, mengunjunginya, karena dia seiman denganmu. Namun ketika dia berubah keyakinan, hilang sudah cintamu. Cintamu telah berubah.
Kau memegang teguh agamamu. Begitu besar cintamu kepada jalanmu. Kau beri makan fakir miskin, kau tolong anak yatim, tak pernah kau tinggalkan ibadahmu, dengan harapan kelak kau bisa bertemu Tuhanmu. Namun, suatu ketika orang lain menghina nabimu, dan kau pun marah dan membakar tanpa ampun. Apakah kau lupa bahwa jalanmu mengajak untuk mengutamakan cinta dan maaf? Dan jangankan orang lain yang menghina agamamu, saudaramu yang berbeda pemahaman saja engkau kafirkan, engkau jauhi, dan engkau halalkan darahnya. Bukankah Tuhanmu saja tetap cinta kepada makhlukNya yang seperti ini, meskipun mereka bersujud atau menghinaNya? Kau cinta kepada agamamu, tapi kau persepsikan cinta yang diajarkan oleh Tuhanmu dengan caramu sendiri.
Anakku, selama kau begitu kuat terikat kepada sesuatu dan memfokuskan cintamu pada sesuatu itu, selama itu pula kau tidak akan menemukan True Love. Cintamu adalah Selfish Love, cinta yang mengharapkan, cinta karena menguntungkanmu. Cinta yang akan luntur ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Dengan cinta seperti ini kau ibaratnya sedang mengaspal jalan. Kau tebarkan pasir di atas sebuah jalan untuk meninggikannya. Lalu kau keraskan dan kau lapisi atasnya dengan aspal. Pada awalnya tampak bagus, kuat, dan nyaman dilewati. Setiap hari kendaraan lewat di atasnya. Dan musim pun berubah, ketika hujan turun dengan derasnya, dan truk-truk besar melintasinya. Lapisannya mengelupas, dan lama-lama tampak lah lobang di atas jalan itu. Cinta yang bukan True Love, adalah cinta yang seperti ini, yang akan berubah ketika sesuatu yang kau cintai itu berubah. Kau harus memahami hal ini, anakku.
***
Sekarang lihatlah, bagaimana Tuhanmu memberikan cintaNya. Dia mencintai setiap yang hidup, dengan cinta (rahman) yang sama, tidak membeda-bedakan. Manusia yang menyembahNya dan manusia yang menghinNya, semua diberiNya kehidupan. KekuasaanNya ada di setiap yang hidup. Dia tidak meninggalkan makhlukNya, hanya karena si makhluk tidak lagi percaya kepadanya. Jika Dia hanya mencintai mereka yang menyembahNya saja, maka Dia namanya pilih kasih, Dia memberi cinta yang berharap, mencintai karena disembah. Dia tidak begitu, dia tetap mencintai setiap ciptaanNya. Itulah True Love. Cinta yang tak pernah berubah, walau yang dicintai berubah. Itulah cinta kepunyaan Tuhan. Anakku, kau harus menyematkan cinta sejati ini dalam dirimu. Tanam bibitnya, pupuk agar subur, dan tebarkan bunga dan buahnya ke alam di sekitarmu.
Dan kau perlu tahu, anakku. Selama kau memfokuskan cintamu pada yang kau cintai, maka selama itu pula kau tak akan pernah bisa memiliki cinta sejati, True Love. Cinta sejati hanya kau rasakan, ketika kau melihat Dia dalam titik pusat setiap yang kau cintai. Ketika kau mencintai istrimu, bukan kecantikan dan kebaikan istrimu itu yang kau lihat, tapi yang kau lihat “Oh my God! Ini ciptaanMu, sungguh cantiknya. Ini kebaikanMu yang kau sematkan dalam dirinya.” Ketika kau lihat saudaramu entah yang sejalan maupun yang berseberangan, kau lihat pancaran CahayaNya dalam diri mereka, yang tersembunyi dalam misteri jiwanya. Kau harus bisa melihat Dia, dalam setiap yang kau cintai, setiap yang kau lihat. Ketika kau melihat makanan, kau bilang “Ya Allah, ini makanan dariMu. Sungguh luar biasa!” Ketika kau melihat seekor kucing yang buruk rupa, kau melihat kehidupanNya yang mewujud dalam diri kucing itu. Ketika kau mengikuti sebuah ajaran, kau lihat Dia yang berada dibalik ajaran itu, bukan ajaran itu yang berubah jadi berhalamu. Ketika kau melihat keyakinan lain, kau lihat Dia yang menciptakan keyakinan itu, dengan segala rahasia dan maksud yang kau belum mengerti.
Ketika kau bisa melihat Dia, kemanapun wajahmu memandang, saat itulah kau akan memancarkan cinta sejati kepada alam semesta. Cintamu tidak terikat dan terfokus pada yang kau pegang. Cintamu tak tertipu oleh baju filosofi, agama, istri, dan harta benda yang kau cintai. Cintamu langsung melihat titik pusat dari segala filosofi, agama, istri, dan harta benda, dimana Dia berada di titik pusat itu. Cintamu langsung melihat Dia.
Dan hanya Dia yang bisa memandang Dia. Kau harus memahami ini, anakku. Maka, dalam dirimu hanya ada Dia, hanya ada pancaran cahayaNya. Dirimu harus seperti bunga mawar yang merekah. Karena hanya saat mawar merekah lah akan tampak kehindahan di dalamnya, dan tersebar bau wangi ke sekitarnya. Mawar yang tertutup, yang masih kuncup, ibarat cahaya yang masih tertutup oleh lapisan-lapisan jiwa. Apalagi mawar yang masih berupa batang, semakin jauh dari terpancarnya cahaya. Bukalah hatimu, mekarkan mawarmu.
Anakku, hanya jiwa yang telah berserah diri saja lah yang akan memancarkan cahayaNya. Sedangkan jiwa yang masih terlalu erat memegang segala yang dicintainya, akan menutup cahaya itu dengan berhala filosofi, agama, istri, dan harta benda. Lihat kembali, anakku, akan pengakuanmu bahwa kau telah berserah diri. Lihat baik-baik, teliti dengan seksama, apakah pengakuan itu hanya pengakuan sepihak darimu? Apakah Dia membenarkan pengakuanmu? Ketika kau bilang “Allahu Akbar,” apakah kau benar-benar sudah bisa melihat keakbaran Dia dalam setiap yang kau lihat? Jika kau masih erat mencintai berhala-berhalamu, maka sesungguhnya jalanmu menuju keberserahdirian masih panjang. Jalanmu menuju keber-Islam-an masih di depan. Kau masih harus membuka kebun bunga mawar yang terkunci rapat dalam hatimu. Dan hanya Dia-lah yang memegang kunci kebun itu. Mintalah kepadaNya untuk membukanya. Lalu, masuklah ke dalam taman mawarmu. Bersihkan rumput-rumput liar di sana, gemburkan tanah, sirami batang mawar, halau jauh-jauh ulat yang memakan daunnya. Kemudian, bersabarlah, bersyukurlah, dan bertawakkallah. InsyaAllah, suatu saat, jika kau melakukan ini semua, mawar itu akan berbunga, lalu merekah menyebarkan bau harum ke penjuru istana.
Semoga Allah membimbingmu, anakku.

Kamis, 11 Agustus 2011

fotoku


Senin, 16 Mei 2011

Sahabat dan Teman

Apa perbedaan makna antara sahabat dengan teman?
Sudahkah kamu menemukannya?

Hingga kini, belum ku temukan seperti apa sesungguhnya sosok sahabat itu.
Entah memang tak ada untukku ataukah aku belum menemukannya.
Nyaris menyerupai sahabat saja yang ada.

Bagiku, jauh perbedaan makna antara sahabat dengan teman.
Tak bermaksud mendiskriminasikan jua dalam pengaplikasian kehidupan.
Semua penjelasan tidak termasuk dalam kategori keluarga. 

Teman adalah orang terdekat yang selalu mengajak kita tertawa bersama, sedih bersama, seru-seruan bersama.
Sedangkan sahabat adalah sosok yang mampu memahami kita, menafsirkan pemikiran kita, tak mudah menjauh dari kita meskipun telah kita abaikan bahkan memakinya.

Teman,
disaat kita senang teman selalu ada.
Kala sedihpun, seringkali teman menghadirkan dirinya untuk menemani kita.
Membantu sebisanya (lebih ke apa adanya), tapi hanya pada saat itu saja (kita bercerita).
Namun di kemudian waktu, tak akan pernah lagi menanyakan atau  menawarkan bantuan perihal kesedihan dan kesulitan kita.
Dengan alasan, karena kita tak menampakkan ekspresi kesedihan dan memelas untuk dibantu kepada teman.

Sahabat,
lebih dari sekedar teman.
Segala yang ada pada diri teman, sahabat memilikinya.
Berbedanya adalah ketika kita bercerita, berbagi, dan dibantu saat itu.
Sahabat tak akan berlalu begitu saja meninggalkan kita dengan masalah tersebut.
Tapi sahabat akan benar-benar merasa terjun merasakan, dengan menanyakan berulang apakah kita sudah benar-benar baik, nyaman, dan bisa mengatasi masalah tersebut.
Meskipun kita selalu menampakkan wajah riang, sahabat dapat menemukan keganjilan yang kita sembunyikan ketika kita sedang bermasalah.
Sahabat memiliki feel yang lebih kuat daripada teman.

Tak selamanya, seseorang yang riang sungguh riang.
Tak selamanya, seseorang yang sedih sungguh sedih.
Tak selamanya, seseorang yang murung sungguh murung.
Tak selamanya, seseorang yang marah sungguh marah.
Setiap orang dapat dengan mudah membuat topeng untuk menutupi wajahnya.

Karena setiap orang bisa bertopeng.

Hanya bagaimana kita menyingkap wajah asli dari pemilik topeng.
Menafsirkan hal yang berkaitan dengan mengapa ia mengenakan topeng.
Sahabat lebih peka terhadap urusan ini.
Ketika sahabat berusaha untuk menyingkap, sahabat akan benar-benar menuntaskannya.
Sedangkan teman lebih sering mengabaikannya, membiarkan si pemilik topeng membuka topengnya sendiri.
Teman tak akan pernah berusaha untuk membukanya, bahkan memahami yang sesungguhnya.

Sahabat adalah detektif penyingkap identitas detektif dengan keahlian detektif.

Kamis, 21 April 2011

CoReTaN HaTi WaNiTa...,

Entah angin apa hari ini yang membuatku begitu berani untuk mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah ku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diri ku kepada siapa. Apalagi meluapkan sesuatu yang hanya ku khususkan buatmu sebelum tiba masanya.
Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang ku jaga rapi selama ini semata-mata buat mu, itulah hati& cinta ku, membuatkan aku tersadar dari mimpi yang panjang. Aku telah dididik ibu sejak kecil agar menjaga kehormatan dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukku suatu hari nanti seorangpasangan hidup. Kata ibu, "Tanggung jawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelakimengambil alih tanggung jawab itu dari kami." Jadi kau telah wujud didalam diri ku sejak dulu.
Sepanjang umur ku ini, aku menutup pintu hati ku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangi mu.Aku menghalangi diriku untuk mengenali lelaki manapun karena aku tidakmau mengenali lelaki lain selain mu, apalagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat upaya dengan kodrat yang lemah ini membatasi pergaulan ku dengan bukan mahram ku. Aku lebih bersifat 'perumahan'karena Rumah itu tempat yang terbaik buat seorang wanita.
Aku sering merasa tidak selamat diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap mereka, tetapi lebih baik aku berjaga-jaga karena contoh banyak di depan mata. Apabila terpaksa berurusan dengan mereka, akan kupalingkan wajah ku dari lelaki yang asyik memandangiku atau mencoba menegur ku. Aku sebisa mungkin mengalihkan pandangan ku daripada ajnabi kerana pesan Saidatina Aisyah r.a. "Sebaik-baik wanita itu ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang.
Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di mata mu. Apa guna aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya boleh menjadi milikmu seorang. Aku tidak berasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan, merasa terhina diperlakukan sebegitu, seolah-olah aku ini barang yang bole hdimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi puncak kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran ku terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat ku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak. Adakah itu sumbangan ku kepada manusia selama hidup di muka bumi?
Kalau aku tidak ingin kau memandang wanita lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandangan ku. Aku harus memperbaiki kelemahan dan menghias pribadi ku kerana itulah yang dituntut Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suami ku, aku juga perlu menjadi wanita yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikanyang baik untuk lelaki yang baik?
Tidak ku nafikan sebagai remaja aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-matauntuk mu. Allah telah memuliakan seseorang lelaki yang bakal menjadi suami ku untuk menerima hati dan perasaan ku yang suci. Lelaki itu berhak mendapat kasih sayang yang tulen, bukan yang telahdibahagi-bahagikan.
Diri ku yang memang lemah ini diuji Allah apabila seorang lelaki secara tidak sengaja mau berkenalan dengan ku.Aku secara keras menolak, berbagai- dalil ku kemukakan, tetapi diatidak mau mengalah. Lelaki itu tidak hanya berhenti disitu, diasentiasa menghubungi dan mengganggu ku. Aku berasa amat tidak tenteram,seolah-olah seluruh kehidupan ku yang ceria selama ini dirampas dari ku.
Aku tertanya-tanya, adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristighfar memohon ampunanNya. Aku juga berdoa', agar Dia melindungiku daripada sebarang kejahatan. Kehadirannya membuatkan aku sentiasa memikirkan mu. Kau ku rasakan seolah-olah wujud bersama ku. Di mana saja ku berada, akal sadar ku membuat perhitungan dengan mu.
Kutahu, lelaki yang melamar ku bukan diri mu. Malah aku yakin pada gerak hati, 'woman intuition' ku yang mengatakan lelaki itu bukan dirimu. Aku bukanlah gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapakah diriku ini untuk memilih berlian sedangkan aku hanya sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Namun, aku juga punyai keinginan seperti gadis lain dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli Syurga,memimpin ku ke arah tuju yang satu. Tidak perlu kau Mempunyai wajah seindah Nabi Yusuf a.s. yang mampu mendebarkan jutaan gadis untukmembuat ku terpikat. Andainya kaulah jodoh ku yang telah tertulis diLuh Mahfuz, Allah pasti mencampakkan rasa kasih di dalam hati ku, juahati mu kali pertama, kita berpandangan. Itulah janji Allah.
Akan tetapi selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu janganlah kau zahirkan perasaan itu kepada ku, kerana kau masih belum berhak untuk berbuat begitu. Juga jangan kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syariah.
Aku takut perlakuan itu akan memberi dampak yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak. Permintaan ku tidak banyak,cukuplah diri mu yang diinfaqkan seluruhnya pada mencari keridhaan Ilahi. Aku akan merasa amat bersyukur andai dapat menjadi tiang sekunder atau sandaran perjuangan mu.
Bahkan aku amat bersyukurpada Ilahi, kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juang mu,mengulurkan tangan ku untuk mu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur dimedan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.
Akanku seka darah dari luka mu dengan tangan ku sendiri. Itu impian ku. Akupasti berendam air mata darah andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepada ku. Bukan itu yang kuimpikan. Cukuplah kau mencintai Allahdengan sepenuh hati mu. Karena dengan mencintai Allah, kau akanmencintai ku karenaNya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta insan biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali diSyurga.
Aku juga tidak ingin dilimpahi kemewahan dunia. Cukuplah dengan kesenangan yang telah diberikan ibu bapak ku dulu. Apa guna menimbun harta untuk kemudahan ku sekiranya harta itu akan membuat kaudan aku lupa tanggungjawabmu. Aku tidak akan sekali-kali bahagia melihatmu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagi ku.

Sabtu, 16 April 2011

CINTA DALAM HATI

mungkin ini memang jalan takdirku
mengagumi tanpa di cintai
tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia
dengan hidupmu, dengan hidupmu
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
telah lama kupendam perasaan itu
menunggu hatimu menyambut diriku
tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah 
bahagia untukku, bahagia untukku

reff:
ku ingin kau tahu diriku di sini menanti dirimu
meski ku tunggu hingga ujung waktuku
dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya
dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja
tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya
dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja

repeat reff

Rabu, 06 April 2011

‎1. Nature
Manusia pada dasarnya bisa saja jatuh cinta. Tetapi tidak semua jatuh cinta berasal dari Tuhan.

2. Togetherness
Orang bisa jatuh cinta apabila terus bersama-sama dalam waktu yang cukup lama.
...
3. Mindset
Orang juga bisa jatuh cinta karena memang orang tersebut mudah jatuh cinta. Mungkin karena pernah ditolong atau juga karena menganggap orang itu baik sekali terhadapnya. Masalahnya adalah jika ada tiga orang yang baik terhadapnya, dia bisa saja jatuh cinta terhadap ketiga-tiganya.

4. Opinion
Orang bisa jatuh cinta juga karena opini untuk menaikkan derajatnya. Misalnya dia orang yang susah, di dalam pemikirannya dia harus mencari pasangan yang kaya supaya dapat memperbaiki ekonominya.

Kalau khusus saya : 5. Jatuh cinta tanpa tahu jelas apa alasannya..heuheuheuheu..